JAJANAN TRADISIONAL VS JAJANAN MODERN
Perkembangan zaman saat ini menjadikan jajan modern menggeser kedudukan jajan tradisional yang dijual di pasar. Merebaknya jajanan modern mengakibatkan mengikis minat masyarakat terhadap jajan tradisional, khususnya di kalangan anak muda di zaman sekarang ini. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan menjadikan jajanan tradisional leyap tidak diproduksi oleh penjual, hanya saja peminatnya surut berkurang dibandingkan sebelum-sebelumnya. Akan tetapi, jika dibiarkan secara terus-menerus jajanan pasar tradisional akan binasa dan tidak lagi diketahui oleh kalangan di masa mendatang.
Jajanan pasar sendiri dibedakan atas dua jenis yaitu yang asli tradisional dan modifikasi. Jajanan pasar tradisional berciri khas dari bahan tradisional orisinil seperti tepung beras, tepun ketan, tepung tapioka, singkong, dan jagung dengan tambahan olahan kelapa. Kebanyakan proses pembuatannya dikukus dan direbus seperti halnya tiwul, gethuk, lemper, serabi, ongol-ongol, klepon, cucur, gatot, serabi, putu ayu, nogosari dan masih banyak lagi. Sedangkan, jajanan pasar modifikasi berciri bahan yang beraneka ragam dan wujud olahannya juga bervariasi. Hal tersebut dikarenakan jajanan pasar modifikasi olahan makanannya mengalami pengaruh dari luar. Macam jajanan pasar modifikasi seperti pastel goring, kue lumpur, dadar gulung, kroket, bolu, sosis, dan sebagainya.
“Tidak dapat dipungkiri pengaruh perkembangan zaman sekarang ini mengakibatkan inovasi pembuatan jajanan modern beraneka ragam macam, bentuk, dan rasanya yang dijual di pasar. Bahkan pembeli setiap hari menanyakan jajanan apa yang baru dari biasanya.” ujar Sutini selaku penjual jajanan pasar. Bervariasinya jenis jajanan pasar modifikasi mulai dari macam, bentuk dan rasanya tentu saja banyak diburu oleh masyarakat. Hal ini menjadi tolak ukur bahwa masyarakat mencari jajanan pasar yang baru untuk menghindari kebosanan dan ingin mencoba merasakan jajanan yang baru. Selain itu, menurut Dewi selaku pembeli mengatakan bahwa “olahan jajan modern yang beraneka macam yang dibuat dari bahan dasar tradisional tersebut memiliki daya tarik tersendiri sehingga banyak dibeli oleh masyarakat dikarenakan harganya terjangkau”.
Hal tersebut mengakibatkan keberadaan jajanan pasar tradisional menjadi tersingkir secara perlahan, untuk menyiasati tersingkirnya jajanan pasar tradisional tersebut hendaknya penjual memodifikasinya dengan wujud yang berbeda akan tetapi cita rasa tetap sama dengan olahan aslinya. Selain itu, juga perlu diperkenalkan kepada anak muda terkait jajanan tradisional yang sudah mulai tidak dilirik lagi oleh kalangan masyarakat. Hal itu bertujuan agar jajanan tradisional pasar tetap diminati sebagai ciri khas suatu daerah tertentu yang harus dilestarikan keberadaanya dengan tidak membatasi inovasi jajanan modern. [Yuliana, Emilia, Rusdiyah, Melati, Prasetya PBSI’16]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar